
Leuwilaja – SD Al-Tafaqquh Fiddin menerapkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dalam dua gelombang dengan empat sesi seleksi dan wawancara. Sesi wawancara tersebut dijadwalkan pada tanggal 11, 18, 25 Mei, dan 1 Juni mendatang.
Menurut informasi yang disampaikan oleh pihak sekolah, alur SPMB ini meliputi verifikasi data calon siswa serta wawancara yang melibatkan siswa dan orang tua. Proses seleksi ini difokuskan pada verifikasi data dan wawancara, di mana calon siswa dan orang tua akan berinteraksi dengan tim penerimaan. Hasil dari proses ini akan menjadi pertimbangan dalam tahap selanjutnya yaitu diterima tidaknya di SD Al-Tafaqquh Fiddin.
Pihak sekolah menekankan bahwa seleksi yang dilakukan bukanlah merupakan penilaian atas kemampuan akademik dan kecerdasan anak. Langkah ini terpaksa diambil mengingat kuota ruang kelas yang terbatas. SD Al-Tafaqquh Fiddin hanya memiliki kuota untuk dua kelas untuk siswa baru, dengan kapasitas maksimal 28 siswa per kelas, sehingga daya tampung total hanya sekitar 56 siswa.
Mengingat jumlah pendaftar yang melebihi kuota yang tersedia, pihak sekolah merasa perlu melakukan seleksi secara hati-hati, adil, dan selektif dalam pengambilan keputusan. Proses ini akan didasarkan pada kriteria yang telah ditetapkan oleh sekolah.
Sebelum pelaksanaan SPMB, SD Al-Tafaqquh Fiddin telah melakukan berbagai persiapan, di antaranya persiapan administrasi dan data calon siswa, persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), persiapan tenaga pendidik dan kependidikan, serta pembenahan sarana dan prasarana sekolah.
Dengan adanya seleksi melalui wawancara ini, SD Al-Tafaqquh Fiddin berharap dapat memilih calon siswa yang sesuai dengan nilai-nilai sekolah dan dapat berpartisipasi aktif dalam lingkungan belajar yang kondusif. Hasil akhir penerimaan akan diumumkan setelah seluruh rangkaian seleksi selesai dilaksanakan.



