
Multaqo Sanawi Ke-7 Robithoh Al-Atho’ Wa Al Irfan di Pondok Pesantren Mursyidul Falaah
Leuwilaja-15/02/2025 pondok pesantren Mursyidul Falaah menjadi lokasi dilaksankannya
, Ikatan Alumi Ribath & Universitas Imam Syafi’i Hadramaut. Acara tersebut dihadiri oleh alumni Universitas Imam Syafi’i Hadramaut serta beberapa masyayikh pondok pesantren Mursyidul Falaah.
Prosesi Multaqo Sanawi Ke-7 Robithoh Al-Atho’ Wa Al Irfan, Ikatan Alumi Ribath & Universitas Imam Syafi’i Hadramaut diisi dengan beberapa rangkaian acara. Diawali dengan pembacaan maulid Nabi Muhammad SAW, dan pembacaan ayat suci al-Quran.
Pengasuh pondok peasantren Mursyidul Falaah menyampaikan beberapa hal dalam sambutannya. antara lain beliau merasa sangat bahagia dan berterimakasih atas dipilihnya pondok pesantren mursyidul Falaah sebagai lokasi pelaksanaan acara. Beliau berpesan agar segenap alumni Universitas Imam Syafi’i Hadromaut agar menjadi seperti sebuah tempat yang dapat menampung air yang mana semua manusia mendapatkan kemanfa’atan melaluinya, seperti yang dijelaskan dalam senbuah hadis:
وقال صلى الله عليه وسلم مثل ما بعثني الله عز وجل به من الهدى والعلم كمثل الغيث الكثير أصاب أرضاً فكانت منها بقعة قبلت الماء فأنبتت الكلأ والعشب الكثير وكانت منها بقعة أمسكت الماء فنفع الله عز وجل بها الناس فشربوا منها وسقوا وزرعوا وكانت منها طائفة قيعان لا تمسك ماء ولا تنبت كلأ
“Perumpamaan apa yang diutus Allah Ta’ala kepadaku dalam arti hidayah dan ilmu adalah seperti hujan lebat yang mengguyur bumi, dari sana ada sebidang tanah yang menerima air dan menghasilkan rumput yang banyak rumputnya, dan dari sana ada sebidang tanah yang menampung air, maka Allah ‘Azza Wajalla memberi manfaat kepada manusia melaluinya, sehingga mereka meminumnya, menyiramnya, dan menanaminya, dan dari situ ada sebidang tanah yang tidak menampung air dan tidak menumbuhkan rumput”.
Beliau juga mengutip ucapan Syeh al-Zarnuji dalam kitabnya Ta’lim al-Muta’alim:
ذاكر الناس بالعلوم لتحيا
لا تكن من أولى النهى ببعيد
إن كتمت العلوم انسيت حتى
لا ترى غير جاهل وبليد
ثم الجمت فى القيامة نارا
وتلهبت فى العذاب الشديد
“Diskusikan ilmu dengan orang lain agar ilmu tetap hidup # dan janganlah kau jauhi orang-orang yang berakal sempurna.“
“Bila ilmu kamu sembunyikan, maka kamu akan lupa # sehingga kamu dianggap orang yang bodoh dan dungu.”
“Kemudian kamu akan dibelenggu api dihari kiamat # serta dilahap oleh siksa yang pedih.”
Terakhir beliau meminta maaf karena tidak bisa dapat memberikan penghormatan yang semestinya.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Musyrif Dewan Mustasyar Robithoh Al-Atho’ Wa Al Irfan dan ketua ketua panitia Multaqo Sanawi Ke-7 Robithoh Al-Atho’ Wa Al Irfan Ikatan Alumi Ribath & Universitas Imam Syafi’i Hadramaut, Setelah itu, peserta acara menyaksikan cuplikan video yang berisi kalam dari Sayidi Syekh Muhammad bin Ali Ba’athiyah. Acara ditutup dengan pembacaan doa.



