

Liburan adalah suatu yang sangat dinantikan oleh para santri. setelah sekian lama berpisah dengan orang tua, saudara akhirnya mereka bisa melepas rindu pulang ke kampung halaman.
Pondok Pesantren Mursyidul Falaah meliburkan para santri setelah mealksanakan imtihan nishfu sanah, prosesi pemulangan santri dibagi dua putra dan putri, untuk putra dilaksanakan pada senin 5 Rabi’ul Awwal 1446 H/ 9 September 2024. Dan putri pada selasa 6 Rabi’ul Awwal 1446 H/ 9 September 2024.
Sebelum pulang santri diberi nasihat oleh pengasuh, beliau berpesan agar libur bukan untuk mengumbar hawa nafsu, tapi untuk berkhidmah kepada prang tua, akhlak dijaga, perbuatan kita baik dan jeleknya kembali kepada kita.
Santri yang berhasil adalah yang taat pada peraturan, niatkan dihati mondok yang lama, mencari ilmu yang manfa’at, istiqomah belajar dibarengi dengan wiridan, jama’ah, baca al-Qur’an. Orang yang bisa ngaji dan mengajarkan kebaikan banyak temannya.
إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرَضِينَ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ.
“Sesungguhnya Allah dan malaikatnya, ahli langit dan bumi, sehingga semut di sarangya, Ikan hut mendo’akan kepada seseorang yang mengajarkan kebaikan kebaikan kepada manusia”.
Takutlah kepada sesuatu yang haram, santri itu do’anya diiabah, karena santri adalah ghuroba tapi syaratnya اصلاح البطن بلقمة الحلال , makanan, pakaian harus yang halal.
Sebelum berbuat pikirkan dulu manfa’at dan madorotnya



