
APA ITU AIR MUSTA’MAL ?
Air musta’mal adalah termasuk pada golongan air Thohir Ghoir Muhtohir, sebab air musta’mal terbagi menjadi dua, yaitu: (1). musta’mal fi rof’il hadas (2). musta’mal fi izalatin najsi.
- Musta’mal fi rof’il hadas
Air musta’mal sebab menghilangkan hadas adalah:
ماء المرة الأولى فى وضوء واجب اوغسل
“Air basuhan pertama dalam wudhu atau mandi wajib”(al-Bajuri ala Ibnu Qosim al-Ghuzzi, [Indonesia, Dar Ihya al-Kutub al-Arabiah: 1258] juz 1, halaman 30).
Air musta’mal sebab hadas adalah air bekas basuhan pertama dalam wudhu atau mandi wajib, maka bila air tersebut bekas basuhan kedua atau ketiga itu tidak menjadi musta’mal, begitu juga tidak menjadi musta’mal bila air tersebut diugunakan dalam wudhu atau mandi sunah. Dari penjelasan tadi maka dapat diketahui bahwa air dihukumi musta’mal bila memenuhi empat syarat:
- قلة الماء
- استعماله فيما لابد منه
- ان ينفصل عن العضو
- عدم نية الإغتراف فى محلها
“(1). Air seidikit, (2). Menggunakannya dalam sesuatu yang wajib, (3). Berpisah dari anggahota, (4). Tidak berniat menciduk air dalam tempatnya.
- Musta’mal fi izalatin najsi.
Air musta’mal sebab menghilangkan hadas adalah:
ماء المرة الأولى فى غير النجاسة الكلبية وماء السابعة فيها
Air basuhan pertama dalam najis selain najis mugholadzoh, dan air basuhan ke tujuh dalam lajis mugholadzhoh.”(al-Bajuri ala Ibnu Qosim al-Ghuzzi, [Indonesia, Dar Ihya al-Kutub al-Arabiah: 1258] juz 1, halaman 31).
Air musta’mal sebab najis ada dua yaitu:
- Air bekas basuhan pertama dari najis mutawashitoh seperti air basuhan pertama bekas mensucikan tahi ayam, dan air basuhan pertama najis muhkofafah.
- Air bekas basuhan ke tujuh dari najis mugholadzoh.
Sama halnya dengan musta’mal sebab hadas, musta’mal sebab najis juga memiliki bebrapa syarat yaitu:
- قلة الماء
- لم يتغير
- لم يزد وزنه
- ان يكون الماء واردا
- ان يطهر المحل بأن لم يبق للنجاسة طعم ولا لون ولا ريح
“(1). Air seidikit, (2). Airnya tidak berubah, (3). Timbangannya tidak bertambah, (4). Hendaknya air yang datang, (5). Tempatnya harus suci, sekiranya tidak ada lagi rasa, warna, dan bau najis”.




